Proyek ini akan menjadi solusi utama dalam memperpanjang masa simpan hasil tangkapan, menjaga stabilitas harga ikan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah pesisir secara berkelanjutan. Nilai ...
Fishery
Proyek ini akan menjadi solusi utama dalam memperpanjang masa simpan hasil tangkapan, menjaga stabilitas harga ikan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah pesisir secara berkelanjutan. Nilai strategis investasi: potensi komoditas: Kuala Tari memiliki hasil tangkapan dominan berupa ikan pelagis (tongkol, kembung) dan potensi udang yang membutuhkan penanganan suhu rendah segera. Efisiensi Logistik: Kedekatan lokasi dengan basis nelayan memangkas biaya transportasi distribusi hasil tangkapan menuju pasar di Banda Aceh atau luar provinsi. Kepastian Hukum: Sejak 2022, kewenangan pelabuhan telah beralih ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh, memberikan kepastian tata kelola dan dukungan infrastruktur makro dari pemerintah provinsi.
Kapasitas yang dibangun 500 ton, meliputi: ruang penerimaan dan sortasi ikan, ruang blast freezer, cold storage, ruang pengemasan, area bongkar muat, kantor operasional, instalasi listrik, genset, instalasi pengolahan air dan fasilitas pendukung lainnya.
Potensi permintaan pasar regional yaitu dengan meningkatnya kebutuhan ikan segar dan olahan untuk wilayah Kabupaten Pidie, Banda Aceh, dan daerah sekitarnya, Pasokan berkelanjutan dikarenakan Pelabuhan Kuala Tari berada di pesisir Selat Malaka yang kaya akan potensi perikanan tangkap, sehingga pasokan bahan baku sangat melimpah namun bersifat fluktuatif (musiman). Sasaran distribusi pasar Domestik: memasok kebutuhan pasar lokal di wilayah Aceh serta Pulau Sumatra. Pasar ekspor: menjadi titik simpan (holding) sebelum komoditas diekspor ke negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, atau Thailand melalui jalur laut. Kepastian pasokan bahan baku, sentra produksi tinggi: pelabuhan di wilayah Pidie dan sekitarnya memiliki hasil tangkapan yang melimpah, namun sering kali terbuang atau dijual murah saat musim panen raya karena ketiadaan fasilitas pendingin, Potensi komoditas unggulan: investor dapat fokus pada penyimpanan komoditas bernilai ekonomi tinggi seperti udang vaname, tuna, tongkol,
Total Estimate:
Rp 35 Milyar
IRR/NPV/BEP:
IRR: 21% | NPV: 18,50 Milyar | B/C: 1,53 | BEP: 5 tahun
| Land Area | : 2 |
| Land Status | : Provinsi Aceh |
| Investment Schema | : KPBU / PMA / PMDN |
| Water | : Available |
| Power | : Available |
| Gas | : Not Available |
| Road Access | : Available |
| Port Access | : 0 KM |
| Airport Access | : 0 KM |
| Toll Access | : 0 KM |
| Others | : |
These investment incentives and scheme is specifically designed to encourage potential investors and thus reap the positive effects of foreign direct investments (FDI).
Contact Us