Pengembangan Kawasan Ulee Lheue (Waterfront Culinary & Culture Plaza)

image

merupakan inisiatif strategis untuk mentransformasi kawasan pesisir Banda Aceh menjadi destinasi gaya hidup (lifestyle destination) yang mengintegrasikan kuliner, budaya, dan ruang publik dalam sat...

Tourism

Pengembangan Kawasan Ulee Lheue (Waterfront Culinary & Culture Plaza)

Property Description

merupakan inisiatif strategis untuk mentransformasi kawasan pesisir Banda Aceh menjadi destinasi gaya hidup (lifestyle destination) yang mengintegrasikan kuliner, budaya, dan ruang publik dalam satu kawasan waterfront yang modern dan atraktif. Proyek ini mengusung konsep open-air plaza dengan pemandangan laut, menghadirkan tenant kuliner halal, area pertunjukan budaya, retail UMKM, serta ruang interaksi publik yang dinamis. Dengan lokasi strategis sebagai gerbang menuju Sabang, kawasan ini diproyeksikan menjadi ikon baru kota sekaligus pusat aktivitas wisata dan ekonomi kreatif yang mampu menarik kunjungan sepanjang hari (all-day destination).

Aspek Teknis

Secara teknis, kawasan dirancang dengan konsep waterfront yang mengutamakan konektivitas, kenyamanan, dan pengalaman pengunjung. Komponen utama meliputi area tenant kuliner modular, plaza terbuka untuk event budaya, promenade tepi laut, area retail UMKM, serta fasilitas pendukung seperti parkir, sanitasi, dan ruang publik yang terintegrasi. Infrastruktur dilengkapi sistem utilitas modern, pencahayaan kawasan (night ambiance), serta sistem keamanan terintegrasi. Desain mengedepankan prinsip keberlanjutan melalui pengelolaan limbah, material ramah lingkungan, serta optimalisasi ruang terbuka. Pengembangan dilakukan secara bertahap untuk memastikan efisiensi investasi dan fleksibilitas ekspansi sesuai pertumbuhan demand.


Market Opportunity

Dari sisi pasar, proyek ini didukung oleh tingginya minat terhadap wisata kuliner dan pengalaman budaya autentik, baik dari wisatawan domestik maupun mancanegara. Target pasar mencakup wisatawan, masyarakat lokal, komunitas kreatif, serta pelaku UMKM. Arus penumpang menuju Sabang menciptakan captive market yang konsisten, sementara tren urban lifestyle dan night economy membuka peluang peningkatan kunjungan di luar jam operasional konvensional. Keterbatasan ruang publik tematik berbasis waterfront di Banda Aceh memberikan keunggulan kompetitif sebagai first mover. Proyek ini berpotensi menciptakan traffic tinggi, meningkatkan spending per visitor, serta menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis kuliner dan budaya.

Financial Estimation

Total Estimate:
Rp 18 Milyar
IRR/NPV/BEP:
IRR: 14% | NPV: 2 Milyar | B/C: 1,06 | BEP: 7 tahun

Quick Summary


Land Area : 45.7492
Land Status : Pemerintah Kota Banda Aceh
Investment Schema : KPBU / PMA / PMDN
Water : Available
Power : Available
Gas : Not Available
Road Access : Available
Port Access : 0 KM
Airport Access : 0 KM
Toll Access : 0 KM
Others :
Interesting to this project

Gallery:

related Projects

image
image
Starting Invest in Aceh

These investment incentives and scheme is specifically designed to encourage potential investors and thus reap the positive effects of foreign direct investments (FDI).

Contact Us