Pengembangan Kawasan Ulee Lheue sebagai Waterfront Jogging Track & Cycling Lane merupakan inisiatif strategis untuk menciptakan ruang publik aktif (active waterfront space) yang mengintegrasikan ol...
Tourism
Pengembangan Kawasan Ulee Lheue sebagai Waterfront Jogging Track & Cycling Lane merupakan inisiatif strategis untuk menciptakan ruang publik aktif (active waterfront space) yang mengintegrasikan olahraga, rekreasi, dan pariwisata dalam satu kawasan pesisir yang modern dan berdaya tarik tinggi. Proyek ini dirancang sebagai koridor tepi laut yang menghadirkan jalur lari dan sepeda berstandar baik, dilengkapi area istirahat, ruang interaksi publik, serta fasilitas pendukung yang nyaman dan aman. Dengan lokasi strategis sebagai gerbang menuju Sabang, kawasan ini diposisikan sebagai ikon gaya hidup sehat sekaligus magnet kunjungan yang mampu meningkatkan kualitas kawasan dan nilai ekonomi sekitarnya.
Secara teknis, pengembangan meliputi pembangunan jalur jogging dan cycling yang ergonomis, aman, dan tahan terhadap kondisi lingkungan pesisir, dilengkapi dengan sistem pencahayaan, signage, dan fasilitas keselamatan. Kawasan akan didukung oleh infrastruktur seperti area istirahat, ruang terbuka hijau, fasilitas sanitasi, serta konektivitas dengan titik akses utama. Desain mengedepankan kenyamanan pengguna melalui sirkulasi yang jelas dan pemisahan jalur untuk pejalan kaki dan pesepeda. Penerapan prinsip keberlanjutan dilakukan melalui penggunaan material ramah lingkungan, sistem drainase yang baik, serta pengelolaan kawasan yang efisien. Pengembangan dilakukan secara bertahap untuk memastikan optimalisasi investasi dan fleksibilitas pengembangan lanjutan.
Dari sisi pasar, proyek ini memiliki potensi kuat dengan target utama masyarakat lokal, komunitas olahraga, serta wisatawan yang mencari pengalaman rekreasi sehat di ruang terbuka. Trend gaya hidup sehat (healthy lifestyle) yang terus meningkat menjadi pendorong utama permintaan terhadap fasilitas jogging dan cycling yang berkualitas. Selain itu, arus wisatawan menuju Sabang menciptakan captive market yang konsisten. Minimnya fasilitas waterfront aktif yang terintegrasi di Banda Aceh memberikan keunggulan kompetitif sebagai destinasi unggulan baru. Proyek ini berpotensi menciptakan traffic tinggi, meningkatkan aktivitas kawasan sepanjang hari, serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui aktivitas pendukung seperti Food and Baverage, event olahraga, dan komunitas.
Total Estimate:
Rp 5 Milyar
IRR/NPV/BEP:
IRR: 2% | BEP: 40 tahun
| Land Area | : 14.4342 |
| Land Status | : Pemerintah Kota Banda Aceh |
| Investment Schema | : KPBU / PMA / PMDN |
| Water | : Available |
| Power | : Available |
| Gas | : Not Available |
| Road Access | : Available |
| Port Access | : 0 KM |
| Airport Access | : 0 KM |
| Toll Access | : 0 KM |
| Others | : |
These investment incentives and scheme is specifically designed to encourage potential investors and thus reap the positive effects of foreign direct investments (FDI).
Contact Us