Proyek ini merupakan rencana optimalisasi aset milik Pemerintah Kota Sabang berupa Sabang Hill Hotel yang berlokasi di kawasan strategis Kecamatan Sukakarya. Aset ini memiliki luas lahan sekitar ±...
Tourism
Proyek ini merupakan rencana optimalisasi aset milik Pemerintah Kota Sabang berupa Sabang Hill Hotel yang berlokasi di kawasan strategis Kecamatan Sukakarya. Aset ini memiliki luas lahan sekitar ±10.349 m² dengan bangunan hotel dan fasilitas pendukung yang saat ini dalam kondisi idle (tidak beroperasi) dan siap untuk dimanfaatkan kembali. Secara historis, bangunan ini memiliki nilai heritage karena telah berdiri sejak masa kolonial dan pernah menjadi fasilitas komunikasi, kemudian dikembangkan menjadi hotel yang juga digunakan untuk kegiatan MICE. Pengembangan proyek diarahkan pada revitalisasi hotel dengan penambahan fasilitas pendukung seperti ruang pertemuan, guna meningkatkan nilai ekonomi aset serta mendukung sektor pariwisata Kota Sabang.
Secara teknis, pengembangan proyek ini didukung oleh kondisi lahan yang cukup luas dan berada di lokasi dengan nilai keunggulan berupa pemandangan laut dan kota dari ketinggian, meskipun visibilitas dari jalan utama relatif terbatas. Aksesibilitas menuju lokasi cukup baik melalui jalan beraspal, dengan jarak sekitar ±900 meter dari jalan utama dan sekitar 20 menit dari Pelabuhan Balohan, meskipun belum tersedia transportasi publik. Berdasarkan lingkup analisis teknis (halaman 8), aspek yang dikaji mencakup kondisi fisik lahan, potensi pengembangan sesuai regulasi, serta proyeksi biaya investasi dan konfigurasi pembangunan. Secara keseluruhan, aset ini memiliki potensi teknis yang layak untuk dikembangkan kembali menjadi fasilitas hotel yang kompetitif dengan dukungan lingkungan sekitar dan akses regional yang memadai.
Dari sisi pasar, proyek ini memiliki peluang yang cukup besar karena didukung oleh potensi pariwisata Kota Sabang yang merupakan wilayah strategis di ujung barat Indonesia dan berada pada jalur wisata utama. Berdasarkan analisis pada bagian lingkup kajian, pasar yang dianalisis meliputi tingkat permintaan dan penawaran akomodasi, okupansi hotel, serta kompetitor dan benchmark tarif properti sejenis. Lingkungan sekitar aset juga menunjukkan adanya aktivitas komersial, residensial, serta fasilitas publik yang berkembang, sehingga memperkuat potensi permintaan terhadap akomodasi dan fasilitas pertemuan. Selain itu, pertumbuhan sektor pariwisata dan perhotelan di Aceh yang terus meningkat pasca pandemi turut menjadi faktor pendorong utama bagi prospek pasar proyek ini.
Total Estimate:
Rp 16,17
IRR/NPV/BEP:
IRR: 15.55% | NPV: 3,42 Milyar | B/C: 1,21 | BEP: 7 tahun
| Land Area | : 10.3492 |
| Land Status | : Pemerintah Kota Sabang |
| Investment Schema | : KPBU / PMA / PMDN |
| Water | : Available |
| Power | : Available |
| Gas | : Not Available |
| Road Access | : Available |
| Port Access | : 0 KM |
| Airport Access | : 0 KM |
| Toll Access | : 0 KM |
| Others | : |
These investment incentives and scheme is specifically designed to encourage potential investors and thus reap the positive effects of foreign direct investments (FDI).
Contact Us